Catatan Seminar Kebangsaan Memperingati Hari Lahir Pancasila
Pada hari Sabtu, tanggal 1 Juni 2024 lalu, Komunitas Karya Kata Nusantara (“Kakara”) bersama-sama dengan Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (“GAMKI”) mengadakan seminar kebangsaan dalam rangka memperingati Hari Lahir Pancasila. Seminar ini dihadiri kurang lebih 120 peserta baik secara luring di Jakarta dan daring dari seluruh penjuru Indonesia. Diawali dengan menyanyikan lagu kebangsan, seminar ini berhasil membahas relevansi dan terapan Pancasila bagi orang-orang Kristen (secara khusus anak-anak muda) saat ini.
Bertindak sebagai narasumber kegiatan ini, S.P. Tumanggor*, penulis buku-buku Kristen (“Bang Sam”) mengawali penyampaian materi dengan mengangkat kepada kita, generasi muda Kristen akan suatu peristiwa bersejarah bangsa yang terjadi di sekitar tahun 50-an. Peristiwa itu adalah mengenai perdebatan antara kelompok-kelompok politik yang ada masa itu di Sidang Konstituante (lembaga setara MPR saat ini) mengenai rumusan dasar negara. Menariknya, umat Kristen pun nyata ikut mengambil peran dalam peristiwa yang menentukan ini.
Tersebutlah diantaranya yaitu Arnold Mononutu (“Om No”), seorang politisi beragama Kristen, yang turut memberikan pandangan yang menjelaskan betapa Pancasila sejatinya merupakan pancaran dari nilai-nilai kekristenan. Pandangan Om No ini berpengaruh sehingga bagi salah satu anggota Konstituante, M. Natsir, terharu karena melihat ternyata lima sila itu bisa ditafsirkan dengan memakai ayat-ayat Injil (Alkitab). Terlepas dari perbedaan pandangan antara kelompok M. Natsir dan kelompok lainnya saat itu tetap ada, pandangan Om No berhasil menunjukkan betapa Pancasila bukanlah semata pandangan yang sifatnya sekuleristik semata (tidak bersumber dari nilai-nilai agama) melainkan sejalan dengan nilai-nilai agama. Sayangnya, catatan percakapan yang disampaikan Om No pada saat itu tidak terdokumentasikan untuk bisa menjadi referensi yang baik bagi umat Kristen saat ini.

“Om No, seorang politisi Kristen yang ikut serta dalam memberikan pendapat perumusan dasar negera di Sidang Konstituante berdasarkan nilai-nilai Alkitab“
Mencoba mengatasi kekosongan tersebut, Bang Sam di kesempatan seminar ini—melalui pendalamannya akan ayat-ayat Alkitab selama ini—menyampaikan Pancasila yang diuraikan dari perspektif kekristenan. Para peserta diajak melihat betapa sejajarnya satu per satu sila dengan isi Alkitab yang merupakan buku pedoman hidup bagi orang Kristen.
Banyak sekali hal menarik terungkap di sesi ini diantaranya disini adalah fakta betapa sila pertama dan kedua dari Pancasila—Ketuhanan Yang Maha Esa dan Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab—ternyata mirip sekali dengan ajaran utama dalam kekristenan, yaitu Hukum Kasih. Begitu juga dengan sila ketiga dan keempat, paham kebangsaan dan perwakilan kita, yang beresonansi dengan Kis. 17:26 yang menyatakan Allah memang meniatkan manusia berbangsa-bangsa dan termasuk masa dan wilayahnya. Bang Sam juga menyampaikan ayat ini istimewa karena sejatinya Tuhan tidak pernah membatasi dan bahkan mengijinkan manusia untuk menentukan sendiri sistem atau bentuk pemerintahan yang kita rasa cocok untuk menjalankan tugas pemerintahan. Itulah mengapa orang Kristen terbukti dari masa ke masa pernah dan bisa hidup di berbagai sistem diantaranya sistem teokrasi, monarki/dinasti, republik, dan seterusnya. Sila kelima, yaitu keadilan sosial, tentu tidak luput dikupas.
Bercermin dengan ayat Mzm. 144:12-15, Bang Sam menunjukkan betapa ideal bagi bangsa (secara khusus bagi Israel di ayat ini tapi tentu kita bisa yakini Allah juga berkenan ini berlaku juga ke bangsa kita) mencakup kesejahteraan dan kemakmuran rakyat—tidak hanya terjadi secara rohani—melainkan juga secara fisik dan lahiriah.
“Sila pertama sampai sila kelima Pancasila sangat beresonansi dengan isi Alkitab mulai dari hukum kasih, sistem pemerintahan suatu bangsa sampai kesejahteraan rakyat ada tertulis dalam Kitab Suci“
“12Semoga anak-anak lelaki kita seperti tanam-tanaman yang tumbuh menjadi besar pada waktu mudanya; dan anak-anak perempuan kita seperti tiang-tiang penjuru, yang dipahat untuk bangunan istana! 13Semoga gudang-gudang kita penuh, mengeluarkan beraneka ragam barang; semoga kambing domba kita menjadi beribu-ribu, berlaksa-laksa di padang-padang kita! 14Semoga lembu sapi kita sarat; semoga tidak ada kegagalan dan tidak ada keguguran, dan tidak ada jeritan di lapangan-lapangan kita! 15Berbahagialah bangsa yang demikian keadaannya! Berbahagialah bangsa yang Allahnya ialah TUHAN!” (Mzm. 144:12-15)
Pancasila terbukti memiliki banyak kebaikan. Dan kebaikan-kebaikan tersebut yang memastikan bangsa kita tetap tegak berdiri hingga saat ini (terlepas masih banyak juga masalah yang terjadi di bangsa kita). Untuk memastikan keberlangsungan bangsa Indonesia, tentu kita perlu menjadi pengamal Pancasila dalam keseharian kita.
“Orang Kristen baiknya menyadari perannya sebagai pengamal Pancasila demi keberlangsungan bangsa Indonesia“
Kebaikan & Pengamalan Pancasila***


Setelah mengakhiri sesi pemaparan narasumber, sesi tanya jawab pun dibuka dan berlangsung secara hangat. Banyak pertanyaan diajukan menunjukkan keinginan peserta ingin menggali lebih banyak lagi mengenai hal-hal dari topik seminar kali ini. Harapannya, keingintahuan tersebut terus terjaga setelah seminar ini berakhir dan hasil seminar ini bisa tersebar luas sehingga pemuda/i Kristen menyadari dan bangga untuk terus memegang teguh Pancasila dan menjadi pengamal yang aktif dalam keseharian di kehidupan berbangsa dan bernegara. Melihat respon baik di kegiatan ini, Kakara** akan berusaha untuk terus melakukan kegiatan-kegiatan serupa seperti ini di masa depan.


Catatan:
*S.P. Tumanggor merupakan penulis buku-buku Kristen diantaranya trilogi Di Bumi Seperti Di Surga, Pujilah Tuhan Hai Segala Bangsa, Kiranya Bangsa-Bangsa Bersyukur Kepada-Mu #1 dan #2. Topik tulisan beliau mencakup diantaranya maksud Allah akan adanya kehadiran bangsa-bangsa di dunia. Untuk mengenal buku-buku beliau lebih lanjut dapat diakses disini.
**Kakara merupakan komunitas Kristen yang melihat kekristenan memiliki hal-hal baik yang dapat disumbangkan bagi keindonesiaan. Kakara memiliki kegiatan-kegiatan seperti diskusi kelompok, seminar, pelatihan menulis, penelaahan Alkitab, dan sebagainya.
***Keseluruhan materi presentasi merupakan hak cipta dari narasumber di acara ini. Apabila hendak menggunakan atau mengutip isi materinya, mohon untuk menyertakan sumber dan narasumbernya (dari materi yang disampaikan di kegiatan ini).